Seperti sekam dalam kemarau yang panjang
Setitik bunga api membelai terbakar-hanguslah seladang

Anginpun menyambut riang dengan kepalsuan
Sesekali ia bergembira karna berguna
Sesekali pula hati meradang karena tak tega

Sekam menjerit mencari air
Air bersembunyi di dasar kedalaman diikat oleh akar-akar yang rapuh di bawah pohon tangguh

Tanah jadi pijakan sang sekam
Tak mampu pula mengasihinya
Seperti hubungan yang telah usang
Tak ada ikatan lagi sang sekam dengan tanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *